KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah mengeluarkan anggaran sebanyak Rp32 miliar untuk pembangunan Gapura Wisata Pantai Toronipai, Konawe, Sulawesi Tenggara.
Ternyata pintu gerbang jembatan ini bukan dari material beton cor, melainkan terbuat dari triplek yang sangat tipis dan tidak kokoh.
Temuan ini viral di medsos, seperti laporan ajun Instagram @medsod_rame yang diunggah, Kamis 12 September 2024.
Hal ini telah menimbulkan kontroversi dan permintaan untuk mengaudit anggaran proyek tersebut, karena kualitas yang dihasilkan tidak seimbang dengan biaya yang dikeluarkan.
Gapura wisata Pantai Toronipai, Kota Kendari di Sulawesi Tenggara rusak begitu cepat, karena dibangun menggunakan bahan tripleks yang sangat tipis dan tidak kokoh.
Meskipun anggarannya mencapai Rp32 miliar, kualitas konstruksi yang dihasilkan tidak seimbang dengan biaya yang dikeluarkan.
Hal ini telah menyebabkan gapura tersebut mengalami kerusakan berat, seperti berlubang di beberapa bagian, dalam waktu yang relatif singkat setelah pembangunannya.
Sejauh ini belum ada reaksi atau respon dari pemerintah daerah Konawe, Kendari, Sulawesi Tenggara.
Masyarakat mengira bangunan yang tampak kokoh itu dibuat dari bahan material beton cor, ternyata bangunan itu kosong di dalamnya.
Contoh lain kasus serupa juga bisa dilihat dari kerusakan gapura Wringin Lawang di desa Jati Pasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Gapura ini rusak karena menggunakan bata sebagai material utamanya, yang rentan terhadap pengaruh lingkungan seperti suhu, kelembaban, sinar matahari, dan tumbuhan.
Kerusakan ini meliputi pertumbuhan organisme seperti lumut, alga, lichen, serta kerusakan akibat faktor kimia dan fisik seperti penggaraman, pengelupasan, retak, pecah, dan rumpil.*

