KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah masih mematangkan rencana efisiensi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan akan bertemu dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, pada akhir pekan ini untuk membahas skema penghematan anggaran program tersebut.
Pertemuan itu menjadi langkah lanjutan dalam penyusunan tata kelola baru MBG yang diharapkan lebih efektif tanpa mengurangi manfaat bagi masyarakat.
Hingga kini, pemerintah belum menetapkan besaran pasti anggaran yang akan digunakan setelah proses efisiensi selesai.
Tata Kelola MBG Direvisi agar Lebih Efisien
Purbaya menjelaskan pembahasan bersama pimpinan BGN masih berlangsung sehingga angka final pemangkasan anggaran belum dapat diumumkan.
Berbagai usulan yang berkembang, termasuk nominal yang beredar di publik, masih akan dikaji sebelum diputuskan pemerintah.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional memastikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis tidak lagi sebesar Rp268 triliun sebagaimana rencana awal.
Pengurangan anggaran dilakukan bersamaan dengan pembenahan tata kelola agar pelaksanaan program lebih tepat sasaran dan efisien.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menyebut proses evaluasi masih berjalan sehingga nominal terbaru belum bisa dipublikasikan.
Meski demikian, ia memastikan nilai anggaran telah berkurang cukup signifikan dibandingkan perencanaan sebelumnya.
Perbaikan yang dilakukan mencakup penyusunan skema pembiayaan yang lebih adil sesuai kondisi daerah. Pemerintah tidak lagi menerapkan besaran biaya per porsi yang sama di seluruh wilayah karena harga bahan pangan di setiap daerah berbeda.
Selain itu, BGN juga melakukan pendataan ulang terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi maupun yang masih dalam tahap pembangunan.
Basis data penerima manfaat turut diperbarui agar penyaluran program menjadi lebih akurat.





