KITAINDONESIASATU.COM – Kabar yang ditunggu-tunggu akhirnya datang. Kementerian Agama (Kemenag) menargetkan dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Raudhatul Athfal dan BOS Madrasah tahap I tahun anggaran 2026 sudah masuk ke rekening penerima sebelum Idul Fitri.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar menegaskan pencairan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan langkah strategis agar aktivitas pendidikan Islam tetap berjalan normal menjelang hari raya.
“Target kami jelas, sebelum Lebaran dana harus terealisasi. Lembaga pendidikan tidak boleh terganggu,” ujarnya di Jakarta.
Ia juga menyebut perhatian pemerintah terhadap guru dan pendidikan semakin besar, sehingga pencairan BOS Madrasah dan BOP RA menjadi bentuk dukungan nyata peningkatan mutu pendidikan keagamaan.
Total dana yang disiapkan mencapai Rp4,5 triliun, dengan rincian Rp428 miliar untuk BOP RA, dan Rp4,1 triliun untuk BOS Madrasah. Dana ini akan menopang sekitar 31 ribu RA dan 52 ribu madrasah swasta di seluruh Indonesia.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, mengungkapkan mulai 2026 pola penyaluran diubah. Jika sebelumnya dicairkan tiap tiga bulan, kini dipadatkan menjadi dua tahap berbasis semester agar lebih sesuai kebutuhan lembaga dan mempermudah administrasi.
Namun ada konsekuensinya: semua pihak harus disiplin soal data dan pengajuan agar pencairan tidak tersendat.
Direktur KSKK Madrasah, Nyayu Khodijah, memastikan seluruh proses dilakukan secara online melalui portal resmi Kemenag untuk mempercepat verifikasi sekaligus meminimalkan kesalahan. Tahapan penting yang wajib dicatat pengelola, pengajuan berkas: 22 Februari – 3 Maret 2026 dan verifikasi berkas: 22 Februari – 4 Maret 2026.
Ia mengingatkan, kesalahan kecil dalam pengunggahan dokumen bisa langsung berdampak pada keterlambatan pencairan. Artinya, jika administrasi beres, dana operasional sekolah dan RA berpeluang cair sebelum Lebaran. (*)

