KITAINDONESIASATU.COM – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah Surabaya dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir.
Dampaknya cukup serius karena korban meninggal akibat bencana tersebut kini bertambah menjadi dua orang dalam sepekan.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama karena cuaca buruk diperkirakan masih berpotensi terjadi hingga 10 Maret 2026.
Korban Tewas Tertimpa Bangunan
Korban terbaru diketahui bernama Laeli Wijayanti, warga Kecamatan Wiyung. Ia meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan tembok bangunan kosong di kawasan Karangpilang.
Saat kejadian, korban sedang melintas menggunakan sepeda motor di dekat bangunan tersebut. Tiba-tiba tembok setinggi sekitar 15 meter roboh akibat terpaan angin kencang dan hujan deras.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan karena luka yang cukup parah.
Korban Sebelumnya Akibat Cuaca Ekstrem
Sebelum kejadian tersebut, korban jiwa juga terjadi pada 2 Maret 2026. Seorang pekerja pembersih kaca gedung bernama Eddy Suparno meninggal dunia saat bekerja di sebuah apartemen di kawasan Pakuwon Indah.
Kecelakaan tersebut dipicu oleh kondisi cuaca buruk yang membuat aktivitas kerja menjadi berisiko.
Dampak Kerusakan di Berbagai Wilayah
Selain menimbulkan korban jiwa, cuaca ekstrem juga menyebabkan berbagai kerusakan di sejumlah wilayah Surabaya.
Data dari BPBD Surabaya mencatat puluhan pohon tumbang serta beberapa bangunan mengalami kerusakan.
Bencana tersebut juga berdampak pada fasilitas umum seperti papan reklame roboh dan tiang listrik patah di wilayah Sidoarjo yang sempat mengganggu arus lalu lintas dan aliran listrik warga.(*)



