News

Agrinas Impor 160 Ribu Pikap dari Tiga Negara untuk Operasional Koperasi Desa

×

Agrinas Impor 160 Ribu Pikap dari Tiga Negara untuk Operasional Koperasi Desa

Sebarkan artikel ini
Agrinas Mulai Operasional Awal Kopdes Merah Putih
Agrinas Impor 160 Ribu

KITAINDONESIASATU.COMPT Agrinas Pangan Nusantara mengungkapkan rencana pengadaan sebanyak 160 ribu unit kendaraan pikap untuk mendukung operasional koperasi desa/kelurahan merah putih.

Kendaraan tersebut diimpor dari tiga negara utama, yakni India, China, dan Jepang, guna memenuhi kebutuhan distribusi logistik di berbagai wilayah Indonesia.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menyampaikan bahwa seluruh unit kendaraan telah melalui proses pengadaan.

Keputusan impor diambil karena kendaraan dengan sistem penggerak empat roda (4×4) belum diproduksi secara lokal di Indonesia.

Baca Juga  Paru-Paru Dunia Terancam, dari Amazon hingga Kalimantan Perjuangan Melawan Deforestasi Global

Dominasi Impor Agrinas dan Anggaran Besar

Dari total 160 ribu unit, sebagian besar kendaraan berasal dari India. Sementara itu, Jepang menyumbang ribuan unit dari merek seperti Mitsubishi, Hino, dan Isuzu, serta China melalui produsen Foton.

Kendaraan ini tidak hanya berupa pikap, tetapi juga mencakup truk untuk mendukung distribusi barang di tingkat desa.

Total anggaran pengadaan kendaraan tersebut mencapai sekitar Rp200 triliun, yang merupakan bagian dari alokasi pembangunan koperasi desa/kelurahan merah putih.

Setiap koperasi mendapatkan anggaran sekitar Rp3 miliar untuk menunjang operasional, termasuk pengadaan kendaraan.

Baca Juga  Dua Lokasi Layanan SIM Keliling Bogor

Sementara itu, Ferry Juliantono menyebutkan bahwa sebagian kendaraan telah mulai didistribusikan secara bertahap ke sejumlah koperasi yang telah siap beroperasi.

Keberadaan kendaraan ini diharapkan mampu memperlancar distribusi barang dan meningkatkan produktivitas ekonomi di tingkat desa.

Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat sektor koperasi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis desa di seluruh Indonesia.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *