KITAINDONESIASATU.COM – Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir, akhirnya memberikan klarifikasi terkait pernyataan sebelumnya mengenai tunjangan anggota dewan. Ia mengakui bahwa data yang sempat ia sampaikan keliru karena belum dikonfirmasi dengan Sekretariat Jenderal DPR.
“Saya ingin klarifikasi terkait dengan kemarin ada beberapa hal yang saya salah memberikan data, setelah saya cek di Kesekjenan, ternyata tidak ada kenaikan, baik itu gaji maupun tunjangan seperti saya sampaikan,” ujar Adies Kadir di Jakarta Pusat.
Adies menegaskan bahwa tidak ada kenaikan tunjangan beras dan bensin sebagaimana sempat ia sebutkan. “Tunjangan beras itu tidak ada kenaikan sejak tahun 2010, itu sebesar Rp200 ribu kurang lebih per bulan, bukan Rp12 juta, jadi itu saja yang ingin saya klarifikasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, tunjangan bensin bagi anggota DPR tetap Rp3 juta per bulan tanpa ada penambahan. Adies juga memastikan gaji pokok anggota DPR tidak berubah. Namun, ia membenarkan adanya tunjangan perumahan yang diberikan sebagai kompensasi karena rumah dinas sudah dialihfungsikan oleh Sekretariat Negara.
“Tidak ada kenaikan gaji, yang ada memang tunjangan perumahan yang dianggarkan sejak tahun lalu,” ungkapnya. “Itu karena rumah dialihfungsikan oleh Sekretariat Negara, jadi anggota yang baru tidak mendapat lagi rumah dinas dan diberikan tunjangan perumahan,” tambah politikus Partai Golkar itu.
Polemik mengenai gaji dan tunjangan DPR ini sempat ramai di media sosial setelah pernyataan awal Adies yang menyebut adanya kenaikan tunjangan beras dan bensin, serta kompensasi rumah dinas sebesar Rp50 juta.

