KITAINDONESIASATU.COM – Beredar sebuah video viral di media sosial yang diunggah akun X @ch_chotimah2, dalam video itu berisi wawancara influencer Permady Arya alias Abu Janda dengan dua orang nelayan. Wawancara tersebut terkait pemagaran laut Tangerang, Banten, sepanjang 30,16 Kilometer (Km).
Dalam video tersebut Abu Janda tampak mewawancarai dua orang yang mengaku sebagai nelayan di saung atas laut. Salah seorang nelayan mengatakan bahwa pagar bambu sepanjang 30,16 Km adalah milik dari nelayan.
Bambu tersebut dibiayai dari hasil swadaya bersama nelayan lainnya. Sementara untuk menancapkan bambu ke laut menggunakan perahu.
“Kita pasang satu-satu dari pinggir naik perahu sampe tengah,” ujar salah satu nelayan.
“Jadi jelas ya guys ya itu video becko itu hoaks. Saya udah cek itu video becko itu adanya di Bekasi bikan di sini,” ujar Abu Janda memberikan penegasan.
Klaim nelayan, bahwa pembangunan pagar itu dilakukan selama 5 tahun yang dilakukan secara bertahap secara swadaya.
“Kita nyicil pelan-pelan sampe kelar,” kata nelayan.
Nelayan berharap Prabowo tidak mencabut pagar yang telah dibuat nelayan secara swadaya itu.
“Dengan bapak kita Presiden Pak Prabowo, ini bambu kita bikin cape-capek. Tolong jangan dihancurin karena sangat bergunam,” ujar salah seorang nelayan.
Dalam video itu, Abu Janda meminta Prabowo untuk tidak termakan hoaks soal PIK 2 atau Agung Sedayu sebagai pemilik pagar laut Tangerang.
“Jadi Pak Prabowo beserta jajarannya, jangan termakan hoaks pagar Laut ini milik PIK 2 atau milik Agung sedayu ya Pak. Pagar laut ini saya bisa pastikan milik nelayan warga sini pak. Yang bilang milik pagar 9 naga itu provokator pak niatnya mau rasis ke warga minorotas dan mau adu domba bangsa. Ditangkapin aja itu pak orang yang bikin gaduh kayak gitu pak,” ujar Abu Janda.
Unggahan video tersebut menuai komentar netizen. Banyak netizen yang meragukan keterangan nelayan karena biaya yang dikeluarkan untuk membangun pagar tidaklah sedikit. Sementara ada netizen yang kasihan dengan nelayan akibat akibat kabar hoaks.
“Percaya sama permadi?? Nalar sehat aja sulit menerima, kaitannya dg biaya yg mencapai milyaran smtr nelayan aja by yg hidupnya pas2an bhkn smp kredit macetnya aja diputihkan pak #prabowo,” tulis akun X @sya***ularif.
“Hahaha
Itu dana pembuatannya sekitar 10 – 20 milyard…
Kamu pikir itu daun pisang semua apa??
Dari garis pantai 750 meter
Pasti menghalangi keluar masuk nelayan, kamu sehat??
Atau sakit otak kaya permadi??
NALAR diperlukan.
Bukan bacod.,” timpal akun X, @log***_saya.
“Nah paham kan, jangan termakan hoax orang2 yg ga bertanggung jawab, kasian nelayan akan menjadi korban ☹️☹️☹️,” ujar akun X @Fir**in.
Pagar laut Tangerang sepanjang 30,16 Km itu mencaplok wilayah pesisri 16 desa di 6 kecamatan. Dampak pemagaran laut dikeluhkan para nelayan karena biaya operasional menjadi bertambah dan kesulitan untuk mencari ikan. (*)


