KITAINDONESIASATU.COM – Suasana di Kertanegara IV, Jakarta Selatan pada Senin, 14 Oktober 2024 lalu dipenuhi ketegangan saat Prabowo Subianto, Presiden terpilih, memanggil 49 kandidat menteri untuk bertemu langsung dalam rangka menyusun kabinet baru bersama Gibran Rakabuming Raka.
Di antara kandidat tersebut, terdapat enam perempuan yang menjadi perhatian utama karena latar belakang, kemampuan, dan visi mereka.
Simak profil singkatnya di bawah ini
1. Widiyanti Putri Wardhana
Seorang pengusaha sukses yang memimpin PT Teladan Prima Agro, dikenal karena kontribusinya dalam sektor agribisnis dan kegiatan sosial melalui Yayasan Jantung Indonesia dan Yayasan Teladan Utama.
BACA JUGA : Selebriti Diundang ke Kertanegara: Ini Sosok yang Siap Mengisi Kabinet Prabowo
2. Ribka Haluk
Ribka Haluk, yang saat ini menjabat sebagai Penjabat Gubernur Papua Tengah, telah menjadi sosok penting dalam pembangunan di Papua. Sebelumnya, dia juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial, Kependudukan, dan Catatan Sipil.
Menurut Nomor Identitas Kepegawaiannya yang tertera di situs resmi dinkesos.papua.go.id, Ribka lahir pada 10 Januari 1971.
Selain itu, Ribka Haluk pernah dilantik sebagai Pejabat Bupati Yalimo pada 26 Agustus 2021 oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe. Saat ini, Ribka mencatatkan prestasi baru dalam kepemimpinannya di Papua.
3. Veronica Tan
Ia Yayasan Kanker Indonesia, diperkirakan akan berperan dalam kesejahteraan ibu dan anak.
4. Arifah Choiri Fauzi
Sekretaris PP Muslimat NU dan mantan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran, menonjol berkat komitmennya pada pemberdayaan perempuan dan pembangunan berkelanjutan.
5. Sri Mulyani Indrawati
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia, dipercaya untuk kembali mengelola Kementerian Keuangan Indonesia.
6. Meutya Hafid
Politikus Golkar yang berpengalaman di media dan diplomasi, juga diundang untuk bergabung.
Kehadiran keenam perempuan ini di kabinet Prabowo menegaskan pentingnya peran perempuan dalam pemerintahan, yang semakin diakui sebagai kekuatan penting untuk membawa perubahan positif bagi Indonesia.

