KITAINDONESIASATU.COM- Pemerintah Kabupaten Bogor terus memperkuat komitmennya dalam menjamin akses pendidikan yang layak bagi seluruh anak, khususnya dari keluarga kurang mampu. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui program bantuan perlengkapan sekolah bagi peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD), sebagai wujud penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di sektor pendidikan.
Program ini disalurkan melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor kepada siswa yang membutuhkan, guna memastikan proses belajar mengajar dapat berjalan optimal tanpa terkendala keterbatasan sarana.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rusliandy, menyampaikan bahwa bantuan perlengkapan sekolah tersebut bertujuan untuk mendorong semangat belajar siswa sekaligus mendukung kelancaran kegiatan pembelajaran di sekolah.
“Bantuan yang diberikan meliputi tas sekolah, buku tulis, serta satu set alat tulis yang dapat langsung digunakan oleh siswa,” ujar Rusliandy, dalam keterangan tertulis, Kamis 25 Desember 2025.
Ia menjelaskan, program bantuan ini diprioritaskan bagi peserta didik Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang berasal dari keluarga kurang mampu atau masuk dalam kategori afirmasi.
“Total penerima bantuan sebanyak 5.500 siswa dalam setahun. Seluruh bantuan telah kami didistribusikan ke masing-masing sekolah untuk selanjutnya dibagikan kepada para peserta didik,” jelasnya.
Rusliandy berharap program tersebut dapat membantu meringankan beban orang tua sekaligus memastikan setiap anak memiliki perlengkapan belajar yang memadai, sehingga mampu mengikuti kegiatan pembelajaran secara optimal dan berkelanjutan.
Selain bantuan perlengkapan sekolah, perhatian pemerintah daerah juga diberikan pada aspek aksesibilitas pendidikan, terutama bagi siswa yang tinggal di wilayah terpencil. Bupati Bogor, Rudy, menyerahkan bantuan bus sekolah kepada siswa di Desa Malasari dan sekitarnya pada Selasa 23 Desember 2025, lalu.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bogor telah mengirimkan tiga unit kendaraan sekolah ke wilayah tersebut. Dengan tambahan satu unit bus sekolah, kini total terdapat empat unit bus sekolah yang beroperasi di Desa Malasari dan sekitarnya.
Bupati Bogor menyoroti kondisi geografis Desa Malasari yang menantang, di mana para pelajar harus berjalan kaki sejauh lima kilometer melewati kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak untuk berangkat dan pulang sekolah. Medan yang berat serta risiko cuaca menjadi tantangan tersendiri bagi para siswa.
Dengan adanya bus sekolah tersebut, Bupati berharap para pelajar tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh dengan berjalan kaki, serta dapat bersekolah dengan lebih aman dan nyaman tanpa harus menghadapi risiko hujan maupun medan yang berat. (Nicko)

