Ia menyebut langkah tersebut sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya agenda penguatan reformasi politik, hukum, dan birokrasi serta pemberantasan penyelundupan dan narkotika.
“Narkotika merupakan salah satu ancaman terbesar terhadap masa depan bangsa yang harus diperangi secara menyeluruh dan berkelanjutan. Artinya, Kita tidak boleh berhenti di sini. Kita tidak boleh kalah dengan narkotika ini,” tegas Lodewijk.
Pemerintah, lanjutnya, perlu terus memperkuat koordinasi agar jalur penyelundupan dapat terdeteksi dan jaringan peredaran gelap tidak leluasa beroperasi.
TNI AL dan Aparat Gabungan Diapresiasi
Lodewijk juga menyampaikan penghargaan kepada jajaran TNI Angkatan Laut, khususnya Pusintelal dan Polisi Militer (Pomal) Lanal Lampung, yang terlibat dalam pengungkapan kasus tersebut.
Apresiasi turut diberikan kepada Kepolisian Republik Indonesia, Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kejaksaan, masyarakat, serta pihak lain yang mendukung proses pengungkapan.
Menurutnya, keberhasilan menggagalkan peredaran barang tersebut berpotensi mencegah masyarakat terpapar zat berbahaya. Ancaman itu menjadi perhatian serius, terutama karena dampak penyalahgunaan zat psikoaktif dapat mengganggu kesehatan dan kehidupan penggunanya.





