News

2 RT Terendam Banjir Rob Akibat Pasang Air Laut di Pesisir Utara Jakarta

×

2 RT Terendam Banjir Rob Akibat Pasang Air Laut di Pesisir Utara Jakarta

Sebarkan artikel ini
banjir jakarta
Ilustrasi banjir rob atau pasang air laut di pesisir Utara Jakarta (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa dua Rukun Tetangga (RT) di wilayah pesisir Utara Jakarta terdampak banjir rob akibat pasang air laut.

Isnawa Adji, Kepala BPBD DKI Jakarta, menjelaskan bahwa setelah penanganan dilakukan, satu RT berhasil surut, sehingga kini hanya ada satu RT yang masih terendam banjir.

“Genangan saat ini telah menurun dari 2 RT menjadi 1 RT, yang berarti hanya 0.003% dari 30.772 RT di DKI Jakarta yang terdampak,” kata Isnawa dalam keterangan resminya, Senin (2/12/2024).

Baca Juga  Profil dan Jejak Digital Ariyo Ardi, Moderator Debat Cagub Jakarta 2024

Wilayah yang terdampak banjir rob berada di Jakarta Utara, dengan 1 RT di Kelurahan Pluit yang ketinggian airnya mencapai 20 cm. Sedangkan RT yang sudah surut berada di Kelurahan Marunda, Jakarta Utara.

Isnawa menambahkan, BPBD DKI Jakarta masih mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di wilayah tersebut dan berkoordinasi dengan dinas terkait, seperti Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat, untuk memastikan air dapat surut dengan cepat.

“Tim kami bekerja untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan saluran air berfungsi dengan baik, bersama dengan para lurah dan camat setempat. Kami menargetkan genangan ini surut dalam waktu cepat,” ujar Isnawa.

Baca Juga  Waspada Hujan! Prakiraan Cuaca Jakarta Sabtu 29 November

Selain itu, BPBD DKI juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan lebih lanjut.

“Jika menghadapi keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan tersedia selama 24 jam,” tambah Isnawa.

Sebagai informasi, berdasarkan siaran pers dari BMKG, Peringatan Dini Banjir Pesisir (Rob) berlaku sejak 28 November hingga 6 Desember 2024, disebabkan oleh fenomena pasang maksimum air laut yang bersamaan dengan fase Bulan Baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *