Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil sehingga kejadian pelajar hanyut ini dilaporkan kepada pihak berwenang dan operasi SAR segera dilakukan.
Memasuki hari kedua, perkembangan penting terjadi dalam kronologi pelajar hanyut di Sungai Sei Bingei. Tim SAR menerima laporan bahwa korban pertama, Andini Natasya, ditemukan pada pukul 02.45 WIB dalam kondisi meninggal dunia sekitar 20 meter dari titik awal di Sungai Sei Bingei. Jenazah korban langsung dievakuasi.
Pencarian pelajar hanyut di Sungai Sei Bingei kemudian dilanjutkan. Pada pukul 13.15 WIB, korban kedua bernama Rasha ditemukan sekitar 10 meter dari lokasi kejadian, juga dalam kondisi meninggal dunia.
Tim operasi SAR segera mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan sebelum diserahkan kepada keluarga.
Dengan ditemukannya kedua korban dalam kasus kronologi pelajar hanyut di Sungai Sei Bingei, pihak berwenang menyatakan operasi SAR resmi dihentikan.
Seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing setelah misi selesai.
Dalam pelaksanaan operasi SAR, sejumlah unsur terlibat, mulai dari tim rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Medan, Polsek Sei Bingei, BPBD Kabupaten Langkat, unsur TNI, relawan, hingga masyarakat setempat. Berbagai peralatan seperti perahu rafting, alat water rescue, hingga deteksi bawah air digunakan untuk mencari korban pelajar hanyut di Sungai Sei Bingei.

