NewsDaerah

2.400 Bobotoh Kolot Ngahiji di Tanjungsari, Donor Darah hingga Hadiah Umrah Jadi Daya Tarik

×

2.400 Bobotoh Kolot Ngahiji di Tanjungsari, Donor Darah hingga Hadiah Umrah Jadi Daya Tarik

Sebarkan artikel ini
Bobotoh kolot
Sebanyak 2.400 Bobotoh Kolot berkumpul di Tanjungsari, Sumedang. (Ist)

“Kita membatasi karena memang medannya terlalu sempit. Kita mengantisipasi agar jangan sampai kegiatan yang seharusnya bersenang-senang dan bergembira justru mengundang kecelakaan,” tuturnya.

Selain jalan sehat dan kegiatan sosial, peserta juga berkesempatan membawa pulang sejumlah hadiah menarik. Televisi, lemari es, dan mesin cuci masuk dalam daftar hadiah yang disiapkan panitia.

Sementara itu, satu paket umrah disediakan sebagai grand prize bagi seorang peserta yang beruntung.

Bobotoh Kolot Bukan Sekadar Soal Usia

Kang Yudi juga menjelaskan makna nama Bobotoh Kolot yang digunakan komunitasnya. Sebutan tersebut bukan semata-mata menunjukkan bahwa anggotanya berusia tua, melainkan lebih menekankan kedewasaan dalam berpikir dan bertindak.

Menurutnya, suporter yang dewasa harus mampu memberikan contoh positif, menjaga perilaku, serta ikut membangun suasana yang sehat dalam mendukung klub kebanggaan.

“Bobotoh Kolot ini memberikan suatu contoh. Kolot itu berarti tua dalam pola pikir, bagaimana cara menjadi suporter yang baik. Jadi tidak hanya di stadion atau nobar, tetapi juga memberikan kegiatan-kegiatan positif, contohnya olahraga dan kegiatan sosial seperti donor darah,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *