KITAINDONESIASATU.COM – Jumlah korban meninggal dunia akibat ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, terus bertambah hingga mencapai 13 santri per Jumat (3/10/2025) malam. Diperkirakan puluhan santri lainnya masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan empat lantai yang ambruk pada Senin sore (29/9) saat para santri tengah melaksanakan salat Asar berjemaah.
Merespons tragedi memilukan ini, Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) mendesak agar dilakukan investigasi menyeluruh. FKBI menyoroti dugaan adanya kelalaian fatal dalam konstruksi bangunan dan juga mengkritik lambatnya respons penanganan pasca-robohnya gedung.
Ketua FKBI Tulus Abadi dikutip Sabtu 4 Oktober 2025 menyoroti bahwa penggunaan alat berat baru dilakukan pada hari ketiga, padahal insiden sudah terjadi beberapa hari sebelumnya. Keterlambatan ini diduga kuat berkontribusi pada banyaknya korban yang masih tertimbun.
FKBI menyarankan pembentukan tim independen yang melibatkan asosiasi profesi keinsinyuran untuk memastikan penyelidikan berjalan objektif dan mencari tahu pihak yang paling bertanggung jawab atas runtuhnya bangunan yang menewaskan belasan santri ini.(*)

