نَوَيْتُ أَدَاءَ الْغُسْلِ الْمَسْنُونِ فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu ada’al ghuslil masnuni li fi hadzihil lailatil min romadhona lillahi ta’ala.
Artinya:
“Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadhan karena Allah Ta’ala.”
Pemahaman mengenai niat mandi puasa penting karena menjadi pembeda antara mandi biasa dan mandi yang bernilai ibadah. Meski diucapkan dalam hati, niat tetap menjadi unsur utama dalam setiap amalan bersuci.
Di sisi lain, mandi wajib tetap menjadi syarat mutlak bagi Muslim yang mengalami hadas besar. Dalam konteks persiapan Ramadan, memastikan kesucian diri sebelum Subuh menjadi perhatian utama agar puasa dan salat sah.
Sebagian masyarakat memiliki kebiasaan melakukan mandi sunnah Ramadan pada malam terakhir Syaban. Tradisi ini lazim dilakukan bersama keluarga sebagai bentuk penyambutan bulan puasa.

