KITAINDONESIASATU.COM – Video lawas penyanyi sekaligus sinden terkenal, Sinden Salindry kembali viral di internet. Netizen membandingkan sikap Niken dengan Gus Miftah yang baru-baru ini menjadi buah bibir.
Pendakwah terkenal Gus Miftah kembali menjadi bahan perbincangan publik.
Kali ini, ia mendapat kritik karena cara penyampaian dakwahnya kepada seorang penjual es teh dianggap kurang sopan.
Tindakan tersebut memicu berbagai reaksi dari masyarakat.
Di sisi lain, Niken Salindry, seorang penyanyi dangdut sekaligus sinden, mendapatkan pujian atas sikapnya yang positif terhadap pedagang asongan di sebuah konser.
BACA JUGA : Ketua Umum IKAPPI Kritik Ucapan Gus Miftah kepada Pedagang Kaki Lima
Momen Niken Salindry menjadi viral setelah sebuah video memperlihatkan aksinya membeli seluruh dagangan seorang penjual es teh diunggah oleh akun @msobri99 pada Selasa, 3 Desember 2024. Dalam video tersebut, Niken dengan ramah bertanya harga total minuman yang dijual pedagang itu. “Itu totalnya berapa semua? Rp100 ribu,” tanyanya dengan senyum.
Tidak hanya membeli, Niken juga membagikan minuman itu kepada penonton konser.
Sikapnya yang menunjukkan rasa hormat kepada pedagang dan membawa kebahagiaan bagi para penonton dianggap sebagai contoh teladan yang patut diapresiasi.
“Bapaknya ikut goyang ya. Sudah engga perlu jualan lagi.” ujar Niken sebelum mulai bernyanyi.
Kronologi Gus Miftah Olok-olok Pedagang Es Teh
Viral di media sosial terkait momen Gus Miftah yang tengah mengisi majelis dan sempat berinteraksi dengan pedagang es teh. Dalam video tersebut, Gus Miftah bertanya soal es teh yang dijual oleh pak Sunhaji.
“Es tehmu sih akeh (masih banyak) nggak? Ya sana jual gob*lok,” ujar Utusan Khusus Presiden RI tersebut. Bahkan sosok yang bernama lengkap Miftahul ini mengatakan bahwa jika belum laku berarti takdir.
“Jual dulu, nanti kalau belum laku ya udah, takdir,” imbuhnya lagi yang disambut gelak tawa orang-orang disekitar Gus Miftah.
Siapa Niken?
Niken Salindry adalah seorang sinden muda berbakat asal Kediri, lahir pada 29 Juni 2008. Ia merupakan anak dari Ki Degleng Gondo Supono, seorang dalang terkenal, dan Wiwin Arumita, seorang penata rias profesional. Remaja berusia 16 tahun ini memiliki seorang saudara kandung bernama Khanisa Salindry.
Meski usianya masih muda, Niken telah mencatatkan prestasi gemilang di dunia musik. Ia mulai mengasah bakatnya sejak usia 2 tahun dan tampil sebagai sinden cilik sejak berumur 4 tahun. Bakat seni yang diwarisi dari sang ayah membuatnya cepat belajar, terutama dalam membawakan lagu-lagu berbahasa Jawa. Bahkan, pada usia 4 tahun, ia sudah tampil di panggung pertunjukan wayang yang dipimpin oleh ayahnya.
Namanya semakin melambung setelah membawakan lagu “Mangku Purel” karya Pakde Kabul dan Mukidi, yang diaransemen ulang dalam versi campursari pada 2023. Selain itu, Niken kerap meng-cover lagu-lagu Jawa yang viral. Pada 15 Oktober 2024, ia merilis lagu ciptaannya sendiri berjudul “Bungah”, menambah daftar karya originalnya.
Tak hanya fokus di dunia tarik suara, Niken juga mulai mengeksplorasi kemampuannya di bidang akting, menjadikan dirinya salah satu talenta muda yang patut diperhitungkan di industri hiburan.


