KITAINDONESIASATU.COM – Pura Luhur Uluwatu merupakan salah satu pura suci di Bali yang berfungsi sebagai penjaga arah barat daya pulau, tempat bersemayamnya Bhatara Rudra, dewa kekuatan kosmik.
Terletak di atas tebing setinggi 76 meter menghadap Samudra Hindia, pura ini terkenal karena arsitekturnya yang megah dan panorama matahari terbenam yang menakjubkan.
Berlokasi di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, pura ini dibangun pada abad ke-10 oleh Empu Kuturan dan kemudian dipilih sebagai tempat moksa oleh Dhang Hyang Dwijendra pada abad ke-15.
Arca di balik pagoda utama dipercaya sebagai representasi sang pendeta. Legenda menyebut bahwa Dwijendra turut merancang pura ini bersama banyak pura besar lainnya di Bali dan sekitarnya.
Sebagai salah satu pura tertua di Bali, Uluwatu juga dikenal dengan festival keagamaannya yang digelar setiap tujuh bulan menurut kalender Bali.
Festival ini dikelola oleh keluarga kerajaan Puri Agung Jero Kuta dan dihadiri oleh ratusan bangsawan, pengayah, dan pemangku dari desa-desa sekitar.
Selain menjadi situs religius, Uluwatu juga populer di kalangan peselancar berpengalaman dan wisatawan yang ingin menikmati pemandangan laut dari ketinggian.
Warung di tepi tebing menawarkan tempat bersantai sambil menyaksikan matahari terbenam, sementara monyet liar kerap berkeliaran di sekitar kompleks pura.
Akses menuju lokasi cukup mudah. Dari Kuta atau Nusa Dua, perjalanan ke Pura Uluwatu memakan waktu sekitar 30–45 menit dengan taksi atau mobil sewaan.-***



