Lifestyle

Teluk Bayur, Destinasi Wisata Bersejarah di Kabupaten Berau

×

Teluk Bayur, Destinasi Wisata Bersejarah di Kabupaten Berau

Sebarkan artikel ini
FotoJet 4 35
Teluk Bayur

KITAINDONESIASATU.COM – Kabupaten Berau menawarkan beragam destinasi wisata yang tak kalah memikat. Salah satunya adalah Kecamatan Teluk Bayur, yang menyimpan kekayaan sejarah dalam bentuk bangunan peninggalan era kolonial Belanda.

Dulu, Teluk Bayur merupakan kawasan koloni Belanda, sehingga tidak mengherankan jika banyak bangunan tua bergaya Eropa berdiri di sana.

Warisan arsitektur ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, menjadikan Teluk Bayur sebagai salah satu destinasi unggulan di Berau.

Meski sudah berusia tua dan sebagian besar bangunan mengalami kerusakan, peninggalan Belanda di Teluk Bayur masih berdiri kokoh.
Selain bangunan kolonial, terdapat pula lapangan bola yang kini dimanfaatkan warga untuk berolahraga.

Dahulu, lapangan ini digunakan oleh para pekerja tambang batu bara. Bahkan, lapangan tersebut pernah menjadi tempat pertandingan persahabatan yang melibatkan klub sepak bola legendaris Ajax Amsterdam.

Selain itu, rumah-rumah besar yang dulunya dihuni para meneer dan pengelola tambang masih bisa ditemui hingga kini.

Teluk Bayur sering disebut sebagai kota tua Berau dan menjadi lokasi ideal untuk menyelami sejarah serta berburu foto.

Banyak bangunan di kawasan ini berasal dari abad ke-16 dan memiliki nilai historis yang tinggi. Tak hanya rumah kolonial, terdapat juga benteng tua, sumur peninggalan, serta rel dan terowongan yang dulu dipakai untuk aktivitas tambang batu bara.

Setelah kemerdekaan, area tambang ini sempat dikelola oleh pemerintah daerah dan beberapa perusahaan, seperti PT Bara Jaya Utama. Saat ini, tempat-tempat tersebut terbuka bagi wisatawan untuk dijelajahi dan dijadikan latar foto.

Salah satu lokasi yang paling diminati wisatawan adalah terowongan tua. Selain menyimpan kisah masa lalu, perjalanan menuju terowongan ini cukup menantang dan menyenangkan.

Wisatawan akan melewati jalur pendakian ringan dengan pemandangan hutan yang hijau, danau alami, serta udara segar khas pedalaman Berau.

Meski menguras tenaga, pemandangan yang disuguhkan dan keunikan terowongan membuat segala rasa lelah terbayar lunas.

Tak hanya soal bangunan tua, sejarah Teluk Bayur juga menyimpan kisah tentang percampuran budaya.

Dahulu, Belanda membawa banyak pekerja dari Pulau Jawa ke daerah ini. Seiring waktu, para pekerja ini menetap dan berkeluarga di Teluk Bayur.

Kini, keturunan mereka banyak yang menjadi pemandu wisata lokal yang siap membantu wisatawan menjelajahi kawasan bersejarah ini. Biaya jasa mereka terjangkau dan pelayanannya pun ramah.

Untuk mencapai Teluk Bayur, wisatawan cukup menempuh perjalanan darat sejauh 34 km dari Tanjung Redeb, ibu kota Kabupaten Berau.

Waktu tempuhnya sekitar 50 menit. Pertama, wisatawan perlu terbang ke Bandara Kalimarau di Berau. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menggunakan angkutan lokal melalui Jalan Ahmad Yani hingga sampai di Teluk Bayur.-***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *