Lifestyle

Tak Banyak yang Tahu, Menziarahi Kubur Orang Tua Setiap Jumat Bisa Ringankan Siksa Alam Kubur

×

Tak Banyak yang Tahu, Menziarahi Kubur Orang Tua Setiap Jumat Bisa Ringankan Siksa Alam Kubur

Sebarkan artikel ini
ziarah kubur 1
Ilustrasi kuburan. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Ziarah kubur bukan sekadar tradisi, namun ia adalah wasilah untuk mengingatkan manusia akan kefanaan dunia dan kepastian kematian. Sejak lama, umat Islam menjadikan ziarah sebagai bagian dari ibadah yang sarat makna.

Mengutip NU Online, Allah SWT sendiri telah mengingatkan dalam firman-Nya:

Artinya: “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”

Ayat ini menjadi alarm bagi hati setiap Muslim, bahwa dunia hanyalah persinggahan, dan kematian adalah pintu menuju kehidupan abadi.

BACA JUGA: https://www.kitaindonesiasatu.com/news/megawati-tunjuk-fx-rudy-gantikan-bambang-pacul-di-pdip-jateng-janji-tak-akan-gusur-siapa-pun/

BACA JUGA: https://www.kitaindonesiasatu.com/feature/berita-utama/jangan-sampai-kehabisan-harga-tiket-timnas-u-23-indonesia-super-murah-mulai-rp100-ribu/

BACA JUGA: https://www.kitaindonesiasatu.com/feature/berita-utama/real-madrid-dituding-curang-gara-gara-franco-mastantuono-dipakai-tanpa-registrasi/

Di kalangan Nahdliyin, tradisi ziarah kubur telah ditanamkan sejak dini. Anak-anak diajak setiap Jumat berziarah ke makam leluhur, orang tua, atau ulama. Biasanya, tradisi ini diiringi dengan tahlil, bacaan Yasin, dan doa yang pahalanya dihadiahkan kepada mereka yang sudah wafat.

Landasan ziarah pun kuat, bersumber dari hadis-hadis Rasulullah SWT. Imam Tirmidzi meriwayatkan sabda Nabi SAW:

“Siapa saja yang menziarahi kubur kedua orang tuanya atau salah satunya setiap Jumat, maka diampuni dosa-dosanya dan ia dicatat sebagai anak yang berbakti.”

Waktu Utama Ziarah Kubur

Kitab Hasyiyah Bujairami menegaskan bahwa ruh mayit tetap terikat dengan kuburnya, bahkan lebih kuat pada waktu, yakni Kamis sore, hari Jumat, dan Sabtu pagi. Karenanya, umat Islam terbiasa menziarahi makam di waktu tersebut. Ini bukan kebetulan, melainkan bagian dari hikmah syariat.

Ziarah kubur sejatinya adalah penghubung batin antara anak dengan orang tuanya. Walau jasad mereka telah bersemayam dalam tanah, doa dan bacaan Qur’an dari anak tetap menjadi cahaya yang mengalir ke alam kubur.

Bahkan, bagi mereka yang pernah melakukan kesalahan kepada orang tua, ziarah kubur bisa menjadi wasilah penebus dosa masa lalu.

Imam Fakhruddin al-Razi dalam Tafsir Kabir menukil jawaban Imam Sufyan saat ditanya: “Cukup bagi seseorang mendoakan kedua orang tuanya di akhir tasyahud.”

Doa-doa itu sederhana namun sarat makna, di antaranya:

  • رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ


Teks Latin: Rabbighfirli wa li walidayya wa lil mu’minina yauma yaqumul hisab. (QS. Ibrahim: 41)

  • رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا


Teks Latin: Rabbirhamhuma kama rabbayani shaghira. (QS. Al-Isra’: 24). Doa ini bukan sekadar rangkaian kata, tapi jembatan kasih antara anak dan orang tua di dunia serta akhirat.

Ingat, setiap doa yang dipanjatkan saat ziarah, setiap ayat yang dibaca, akan menjadi cahaya bagi mereka di alam kubur dan penyejuk hati bagi yang masih hidup.

Maka jangan tunda lagi, jadikan ziarah kubur sebagai amalan rutin. Sebab, siapa yang berbakti pada orang tuanya, meski mereka telah tiada, maka pintu rahmat Allah akan selalu terbuka. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *