Lifestyle

Susu Ikan Menjadi Alternatif Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran

×

Susu Ikan Menjadi Alternatif Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran

Sebarkan artikel ini
susu ikan
Ilustrasi bahan susu ikan. foto: pixabay.com

KITAINDONESIASATU.COM – Pencanangan makan siang gratis dari presiden terpilih Prabowo-Gibran yang menggunakan susu sapi diperkirakan akan memanfaatkan Susu ikan sebagai menu alternatif.

Susu ikan ini akan menjadi alternatif pengganti susu sapi untuk program makan siang gratis dari presiden terpilih itu, yang sebelumnya menggunakan susu sapi.

Susu ikan sendiri merupakan produk inovasi anak bangsa yang pertama diluncurkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Kementerian Koperasi dan UMKM pada tahun lalu.

Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki sendiri produksi susu ikan di tanah air cukup besar jika digunakan sebagai pengganti susu sapi impor.

Baca Juga  5 ‘Aturan Emas’ untuk Hidup Lebih Lama, Usia 40–50 Tahun Wajib Perhatikan

Menurut Teten susu ikan punya potensi produk yang sangat besar saat ini mencapai 80 persen dari kebutuhan nasional, kandungan gizi juga tidak kalah dengan susu sapi.

Untuk itu Teten menganggap sangat tepat jika susu ikan dijadikan sebagai opsi memenuhi kebutuhan susu dalam negeri menggantikan susu sapi.

Berdasarkan data dari kementerian nya, Teten mengatakan kebutuhan susu di Indonesia saat ini mencapai 4,3 juta ton per tahun dan kontribusi susu dalam negeri secara nasional baru 22,7 persen nya sisanya dari impor.

Dari jumlah itu Teten mengatakan tidak mungkin produksi susu dalam negeri terpenuhi karena produksinya rendah rata-rata 15 liter per ekor per hari.

Baca Juga  Jadwal Acara RCTI Rabu, 30 April 2025: ada Si Doel Anak Sekolahan S2 hingga Cenat-Cenut Hati Badut Imut

Sementara di luar produksi mencapai rata-rata 36 liter, hal ini lantaran keterbatasan lahan dan sumber pakan hijau yang minim di Indonesia.

Sementara untuk susu ikan laut potensinya cukup besar, susu ikan dihasilkan dari hidrolisat protein ikan yang tersedia secara melimpah.

Dikatakan teknologi dalam negeri sudah mampu memproduksi susu ikan ini dan biayanya pun tidak terlalu mahal.

Kementerian Koperasi dan UMKM bisa bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan meningkatkan produktivitas susu ikan ini. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *