Lifestyle

Stroke Iskemik: Gejala, Risiko dan Cara Penanganannya

×

Stroke Iskemik: Gejala, Risiko dan Cara Penanganannya

Sebarkan artikel ini
FotoJet 4 16
Stroke Iskemik

KITAINDONESIASATU.COM – Stroke iskemik terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah otak, yang menyebabkan kurangnya pasokan darah dan kematian sel-sel otak.

Jenis stroke ini adalah yang paling umum, menyumbang lebih dari 80% kasus stroke di seluruh dunia.

Faktor risiko stroke non-hemoragik antara lain kelebihan berat badan, kurang olahraga, merokok, konsumsi alkohol, penggunaan obat-obatan terlarang, serta kondisi medis seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.

Gejala stroke non-hemoragik meliputi mati rasa atau kesulitan menggerakkan wajah, lengan, atau kaki, kesulitan berbicara atau memahami ucapan, pusing, kehilangan keseimbangan, serta penglihatan buram.

Segera periksakan diri ke dokter jika gejala tersebut muncul.

Penanganan stroke non-hemoragik meliputi pemberian obat pengencer darah (seperti TPA) untuk melarutkan sumbatan, pemasangan stenting di pembuluh darah otak, serta terapi oksigen untuk penderita yang kesulitan bernapas.

Dalam beberapa kasus, operasi dapat dilakukan untuk mengangkat sumbatan di pembuluh darah otak. Setelah itu, fisioterapi dan terapi wicara diperlukan untuk pemulihan.

Pencegahan stroke dapat dilakukan dengan pola hidup sehat:

makan bergizi, rutin berolahraga, berhenti merokok, dan mengurangi konsumsi alkohol. Jika gejala stroke muncul, segera cari pertolongan medis untuk meminimalkan risiko komplikasi.-***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *