KITAINDONESIASATU.COM – Tidak semua orang menyukai kekerasan, namun sebagian menganggapnya menarik, seperti tradisi adu kuda di Raha, Pulau Muna.
Tradisi ini melibatkan dua kuda jantan yang bertarung di lapangan terbuka, biasanya dalam rangka menyambut tamu penting, acara adat, atau permintaan khusus.
Pertarungan dilakukan di lapangan luas yang dikelilingi semak dan hutan kecil.
Penonton berdiri mengelilingi arena untuk menyaksikan langsung pertarungan sengit antara dua kuda jantan, yang biasanya dipicu oleh kehadiran seekor kuda betina.
Kuda-kuda akan saling menyerang dengan kaki dan gigi, menciptakan suasana tegang dan riuh.
Selain menjadi tontonan, acara ini juga kerap dijadikan ajang taruhan oleh warga setempat, termasuk wisatawan.
Meskipun penuh aksi, pertarungan dihentikan jika salah satu kuda terlihat kalah, untuk mencegah kematian hewan.
Adu kuda umumnya diadakan saat momen penting seperti HUT Sulawesi Tenggara. Tidak semua kuda bisa bertanding—hanya yang sehat dan menarik yang boleh didaftarkan.
Lokasi pertunjukan berada di Raha, yang bisa diakses dari Kendari dalam waktu sekitar 8 jam, termasuk penyebrangan feri.-***


