Lifestyle

Saksikan Live Operasi Syaraf Wajah Perot RS Ciputra Surabaya

×

Saksikan Live Operasi Syaraf Wajah Perot RS Ciputra Surabaya

Sebarkan artikel ini
OPERASI SYARAF
Dokter Agus Chairul Anab, Sp.BS, dari Kortex menjelaskan proses operasi saraf secara live di RS Ciputra, Surabaya, Rabu 4 September 2024. foto: istimewa

KITAINDONESIASATU.COM – Sebanyak 20-an wartawan menyaksikan secara live operasi bedah saraf menggunakan teknik keyhole surgery (operasi lubang kunci) pertama kali di rumah sakit baru dan modern RS Ciputra, Rabu, Surabaya, 4 September 2024.

Dengan cara ini, wartawan bisa melihat secara live (langsung) proses operasi bedah saraf itu seperti nonton film layar lebar.

Demikian pula keluarga pasien juga bisa secara langsung melakukan komunikasi dua arah dengan tim dokter menggunakan saluran video yang berada di ruang terpisah.

Operasi dilakukan oleh tim dokter bedah saraf Kortex Surabaya dr Moh Sofyanto Sp.BS dan dr Gigih Pramono, Sp.Bs, sedangkan acara dr Agus Chairul Anab, Sp.BS (K), memberikan penjelasan saat operasi berlangsung.

Baca Juga  Berwudhu dengan Benar, Dosa Lenyap dan Malaikat Mendoakanmu Sepanjang Malam!

Operasi syaraf ini dilakukan terhadap seorang pasien perempuan dari Makassar, penderita hemifacial spasm (wajah perot), bukan karena stroke, tetapi akibat korslet antara saraf nomor tujuh dengan pembuluh darah di area batang otak.

Operasi ini dikenal dengan istilah microvascular decompression, untuk memisahkan persentuhan antara saraf ke tujuh dengan pembuluh darah, menggunakan teknik operasi keyhole surgery.

Dengan teknik ini, cukup membuat lubang ukuran sekitar 1 sampai 1,5 cm, pada tengkorak pasien di belakang telinga, demikian dr Agus Chairul Anab menjelaskan kepada wartawan.

“Tidak perlu ada pembedahan pada tengkorak kepala, tidak ada perdarahan,” kata dokter Acha panggilan akrab dr Agus Chairul Anab itu menegaskan.

Baca Juga  Rp325 Juta untuk Senyum Masa Depan, Operasi Sumbing Gratis Digelar di Bogor

Waktu operasi cukup 1 sampai 2 jam saja, dr Sofyanto dan dr Gigih Pramono, setelah membedah pasien lalu memisahkan persentuhan saraf 7 dengan pembuluh darah. Caranya dengan mengisolasi dengan serat karbon dan dilem.

“Jika saraf dan pembuluh sudah dipisahkan, maka pasien sudah tidak lagi mengalami Hemifacial spasm atau wajahnya perot,” dr Acha.

Saraf ke tujuh bertanggung jawab untuk mengendalikan gerak wajah, jika terjadi perlengketan dengan pembuluh darah, maka gerak wajah menjadi tidak terkendali.

Terjadi kedutan secara terus menerus bahkan wajah jadi perot, jika dibiarkan parah hal ini bisa mengganggu leher.

Setelah operasi selesai, tim dokter menutup lubang operasi lalu ditambal hingga tidak tampak ada luka bekas operasi.

Baca Juga  Ramalan Shio Babi dan Kelinci di 2026: Tahun Peluang, Rezeki, dan Ujian Emosi

“Hari ini operasi, besok istirahat, lusa boleh pulang,” tutur dokter Acha lagi.

Dijelaskan, sejak RS Ciputra beroperasi tanggal 24 Agustus 2024, tim ahli bedah saraf Kortex sudah melakukan empat kali bedah saraf di rumah sakit kelas premium itu.

Bahkan pada Minggu ini sudah antre dua pasien lagi yang dijadwalkan untuk operasi.

Direktur RS Ciputra, dr Siska Sindhuatmadha MM, menjelaskan bahwa rumah sakit ini memiliki 200 bed, dengan 40 klinik, serta 150 dokter spesialis.

Termasuk klinik bedah saraf yang bekerjasama dengan tim Kortex, yang secara khusus melayani bedah saraf, otak dan tulang belakang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *