Meski ada orang yang merasa bisa bertahan dengan sedikit tidur, ahli menekankan bahwa rekomendasi tidur sehat untuk orang dewasa adalah tujuh hingga sembilan jam per malam. Durasi ini penting untuk pemulihan fisik dan mental tubuh.
Beberapa variasi memang mungkin terjadi, tapi menjadikan kebiasaan tidur minim sebagai rutinitas harian berisiko tinggi. Para dokter menyarankan agar tidur dianggap kebutuhan biologis, bukan kemewahan.
Kritik juga datang dari kalangan politikus oposisi Jepang. Mereka mendesak Takaichi agar mendelegasikan tugas dan memberi waktu cukup untuk istirahat demi menjaga kualitas keputusan nasional.
Budaya kerja di Jepang memang sedang dalam proses reformasi. Pemerintah telah menginisiasi program untuk mengurangi jam kerja dan mendorong keseimbangan hidup-kerja, tapi perubahan budaya butuh waktu lama.
Ahli kesehatan masyarakat di Indonesia juga menekankan pentingnya tidur berkualitas. Durasi ideal umumnya lima hingga delapan jam, dengan waktu tidur terbaik antara pukul 20.00–21.00 malam hingga 04.00–05.00 pagi.
Kunci tidur sehat bukan hanya durasi, tapi juga kualitas dan keteraturan. Tipsnya termasuk menetapkan jadwal tidur konsisten, menghindari kafein sore hari, dan membatasi paparan layar sebelum tidur.
Alih-alih bangga dengan sedikit tidur, masyarakat diajak mengubah pola pikir. Tidur cukup justru strategi efektif untuk menjaga kesehatan, meningkatkan produktivitas, dan mempertahankan kemampuan membuat keputusan yang baik.***





