KITAINDONESIASATU.COM – Daging tumbuh di gusi biasanya muncul akibat iritasi, peradangan, atau gesekan berulang, dan sering sulit dibedakan dari pembengkakan biasa.
Meski umumnya tidak berbahaya, kondisi ini bisa menandakan masalah kesehatan serius jika disertai gejala lain.
Penyebab Umum Daging Tumbuh di Gusi:
Gigi tumbuh – Terutama gigi bungsu yang tumbuh tidak sempurna, bisa menyebabkan perikoronitis (radang gusi), disertai nyeri, nanah, dan demam.
Pertumbuhan jaringan gusi berlebih – Akibat plak, efek obat, atau faktor genetik. Gejalanya termasuk gusi membengkak, mudah berdarah, dan bau mulut.
Polip – Bisa muncul akibat iritasi gusi (polip gingiva) atau dari pulpa gigi rusak (polip pulpa), biasanya tidak nyeri tapi bisa mengganggu kebersihan gigi.
Fibroma – Benjolan keras akibat iritasi dari gigi palsu atau alat mulut, umumnya tidak sakit dan tidak berbahaya.
Granuloma piogenik – Benjolan merah keunguan yang mudah berdarah, sering muncul akibat cedera ringan atau perubahan hormon (misalnya saat hamil).
Abses – Benjolan berisi nanah karena infeksi, terasa nyeri, hangat, dan bisa menjalar ke rahang, telinga, atau leher.
Kista – Kantung berisi cairan di gusi, biasanya tidak terasa, tapi bisa nyeri dan menekan gigi jika terinfeksi atau membesar.
Torus mandibula – Benjolan keras di dekat tulang rahang, pertumbuhannya lambat dan umumnya tidak berbahaya.
Kanker gusi – Tampak sebagai benjolan abnormal, sering disertai luka tak sembuh, nyeri rahang, gigi goyang, dan bercak merah/putih.
Penanganan:
Jika disebabkan iritasi ringan, perawatan di rumah seperti menyikat gigi rutin, berkumur air garam, dan menghindari makanan ekstrem bisa membantu.
Gunakan juga obat kumur antiseptik bebas alkohol dan konsumsi makanan kaya vitamin C.
Namun, bila benjolan disertai gejala serius seperti demam, luka tak sembuh, bau mulut, atau perdarahan, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.-***


