Lifestyle

Pentingnya Mengingat Kematian yang Diingatkan Rasulullah

×

Pentingnya Mengingat Kematian yang Diingatkan Rasulullah

Sebarkan artikel ini
kubran
Ilustrasi kuburan. (Foto: Pixabay)

KITAINDONESIASATU.COM – Umur tidak ada yang tahu dan misteri. Mau anak-anak, orang muda, dan orang tua jika sudah tiba waktunya akan meninggalkan dunia fana ini. Tapi terkadang manusia lupa, dan lalai sehingga tidak mengingat kematian karena anggapan masih terus berumur panjang.

Kita pasti sering mendengar, bahwa kemarin masih sehat bugar dan ketawa- ketiwi, namun besoknya mendengar kabar orang tersebut telah meninggal dunia. Nah, ini artinya soal umur adalah sebuah misteri hanya Allah SWT yang tahu dan hak prerogratifNYA.

Terlebih sudah memasuki umur kepala empat ke atas, pada umur-umur ini harus ada alarm, sudah harus siap-siap menyiapkan bekal di alam akhirat. Apa yang harus dipersiapkan? Tentu saja, jangan tinggalkan sholat, tingkatkan amal-amal kebaikan. Namun bukan berarti tidak boleh mencari harta benda, akan tetapi jangan lalai sebagai hamba untuk menjalankan ketakwaaan sebagaimana yang diperintahkanNYA.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 185: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” dan Al-Qur’an surat Al-Qasas ayat 88: “Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah.”

Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam, sebagai salah satu Nabi utusan Allah menasihati umatnya agar senantiasa mengingat kematian melalui banyak hadits. Rasulullah SAW bersabda:

“Tiada seorang muslim yang tertimpa musibah, kemudian ia mengucapkan apa yang telah diperintah oleh Allah, innalillahi wa inna ilaihi raji’un (kita berasal dari Allah dan kepada-Nya pula kita akan kembali).

Sebagaimana diriwayatkan oleh Abudullah bin Umar RA:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما أَنَّهُ قَالَ: كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ: «أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا» قَالَ فَأَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ: «أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ»

Artinya: “Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma bercerita: Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu datang seorang lelaki dari kaum Anshar mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam lalu bertanya: Wahai Rasulullah, orang beriman manakah yang paling terbaik?

Beliau menjawab: Yang paling baik akhlaknya, orang ini bertanya lagi: Lalu orang beriman manakah yang paling berakal (cerdas)?, Beliau menjawab: Yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik persiapannya setelah kematian, merekalah yang berakal.” (HR. Ibnu Majah).

Semoga kita senantiasa selalu mengingat kematian, sehingga dalam menjalankan kehidupan dalam dunia fana ini penuh dengan ketakwaan dan amal-amal saleh yang kelak akan kita nikmati ketika berada di alam akhirat. Wallahu ‘alam bissawab. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *