KITAINDONESIASATU.COM – Peeling adalah prosedur yang bertujuan mengangkat lapisan kulit luar untuk merangsang pertumbuhan kulit baru, sehingga kulit tampak lebih cerah dan halus, terutama pada wajah, leher, dan lengan.
Proses ini dilakukan dengan mengoleskan larutan kimia ke area kulit yang ingin dirawat, sehingga lapisan kulit lama mengelupas dan digantikan oleh lapisan baru.
Ada tiga jenis berdasarkan kedalaman kulit yang diterapi:
Peeling Dangkal:
Mengangkat sel kulit mati dari lapisan luar kulit (epidermis), biasanya digunakan untuk meratakan warna kulit, mengatasi kulit kering, jerawat, atau garis halus. Bahan kimia yang digunakan termasuk asam alfahidroksi dan asam betahidroksi, seperti asam salisilat dan asam glikolat.
BACA JUGA: Langkah Mudah Mengobati Kulit Terbakar Akibat Sinar UV
Peeling Sedang:
Mengangkat sel kulit mati hingga bagian atas dermis. Diterapkan untuk mengatasi bekas jerawat, kerutan, atau warna kulit tidak merata. Asam trikloroasetat dan asam glikolat digunakan dalam jenis ini.
Peeling Dalam:
Menjangkau lapisan dermis yang lebih dalam, digunakan untuk mengatasi kerutan yang lebih dalam, bekas luka, atau kerusakan akibat sinar matahari. Larutan kimia yang digunakan adalah asam trikloroasetat atau fenol.
Proses ini bermanfaat untuk menangani masalah kulit seperti jerawat, bekas luka, kerutan, hiperpigmentasi, pori-pori besar, dan keratosis aktinik. Namun, beberapa kondisi medis, seperti infeksi kulit, kehamilan, atau riwayat penyakit tertentu, dapat menjadi kontraindikasi untuk melakukannya.
Setelah prosedur itu pasien mungkin mengalami iritasi, pembengkakan, atau kemerahan pada kulit.
Proses penyembuhan berbeda tergantung jenis yang dilakukan, yang dangkal pulih dalam 1–7 hari, sedang dalam 7–14 hari, dan peeling dalam memerlukan waktu lebih lama, hingga 3 bulan.
Proses ini tergolong aman, namun ada risiko seperti perubahan warna kulit permanen, luka, infeksi, hingga kerusakan organ pada peeling dalam yang menggunakan fenol.- ***





Respon (1)