Lifestyle

Meraih Cahaya Ketenangan: Mengurai Hikmah Ke-49 Kitab Al-Hikam tentang Pentingnya Dzikir

×

Meraih Cahaya Ketenangan: Mengurai Hikmah Ke-49 Kitab Al-Hikam tentang Pentingnya Dzikir

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2026 07 03 at 10.25.57
Kitab Al-Hikam jadi bacaan wajib pengelola pesantren di Indonesia. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM — Pengajian tasawuf yang membahas Kitab Al-Hikam karya Syekh Ibn Atha’illah As-Sakandari kembali menyedot perhatian jamaah. Kali ini, pembahasan berfokus pada hikmah ke-49 yang mengajarkan pentingnya menjaga kontinuitas dzikir dalam situasi apa pun.

Hikmah tersebut mengingatkan: “Jangan meninggalkan dzikir hanya karena engkau belum hadir (khusyuk) bersama Allah di dalamnya.” Ibnu Atha’illah menjelaskan bahwa kelalaian tanpa dzikir jauh lebih berbahaya daripada kelalaian saat berdzikir.

Dzikir yang dilakukan secara konsisten, meski belum sempurna, merupakan pijakan awal menuju kesadaran spiritual yang lebih dalam.

Secara bertahap, dzikir lisan yang dilakukan terus-menerus dapat meningkat menjadi dzikir dengan kesadaran hati (hadhur), lalu naik menuju tahapan ghaib (hanya fokus pada Allah), hingga mencapai maqam fana (peleburan selain Allah).

Para ulama menegaskan bahwa hikmah ini menjadi pendorong utama bagi setiap muslim untuk tidak menyerah ketika merasa ibadahnya belum khusyuk. Proses menuju ketenangan jiwa membutuhkan waktu dan ketekunan yang konsisten.

Melalui kebiasaan berdzikir, lisan dan hati secara perlahan akan terbiasa mengingat Sang Pencipta, membawa kedamaian sejati di tengah riuk-pikuk kehidupan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *