Lifestyle

Menyusuri Keindahan dan Mitos di Hutan Wisata Watu Dodol

×

Menyusuri Keindahan dan Mitos di Hutan Wisata Watu Dodol

Sebarkan artikel ini
FotoJet 7 7
Watu Dodol

KITAINDONESIASATU.COM – Hutan Wisata Watu Dodol merupakan salah satu destinasi alam menarik di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Terletak sekitar 14 kilometer dari pusat kota Banyuwangi, kawasan wisata ini berada di hutan lindung Blok 66B, RPH Selogiri, BKPH Ketapang, KPH Banyuwangi Utara, dengan ketinggian antara 10 hingga 50 meter di atas permukaan laut.

Secara administratif, lokasi ini termasuk wilayah Desa Pasir Putih, Kecamatan Wongsorejo.

Tempat ini menawarkan pesona alam yang unik berkat perpaduan antara bukit, hutan, dan pantai.

Salah satu daya tarik utama adalah batu raksasa yang berdiri kokoh di tengah jalan menuju Surabaya, menciptakan pemandangan yang menawan dan tidak biasa.

Lanskap alami yang romantis ini sangat cocok digunakan untuk aktivitas seperti jogging, lintas alam, atau sekadar menikmati pemandangan Selat Bali dari kejauhan.

Di sisi timur kawasan hutan, berdiri sebuah batu besar setinggi 3 hingga 4 meter yang seolah-olah menopang dahan pohon yang tumbuh di atasnya. Formasi batuan ini menjadi salah satu ciri khas utama Hutan Wisata Watu Dodol.

Beberapa meter dari batu tersebut terdapat sebuah panggung yang menyerupai tempat upacara, di mana pada hari-hari tertentu dipenuhi sesaji seperti bunga dan uang receh.

Di seberang jalan, tangga semen menuju perbukitan akan membawa pengunjung ke makam kuno yang sering digunakan sebagai tempat bermeditasi.

Melanjutkan perjalanan dari makam tersebut, pengunjung akan mencapai sebuah puncak berbatu yang menawarkan pemandangan langsung ke arah Selat Bali.

Di lokasi ini juga terdapat sebuah gua peninggalan tentara Jepang dari masa Perang Dunia II yang dulu digunakan untuk mengawasi lalu lintas kapal di Selat Bali. Saat ini, gua tersebut tersembunyi di balik semak belukar.

Jika pengunjung berjalan ke arah selatan dari gua, mereka akan menemukan persimpangan yang mengarah ke area istirahat.

Area ini dilengkapi taman bermain anak dan bangunan berbentuk payung permanen, cocok untuk rekreasi keluarga. Suasana di tempat ini sejuk berkat naungan pohon ketapang dan pepohonan lainnya.

Tersedia juga area parkir luas serta fasilitas seperti toilet dan loker di bagian timur Watu Dodol, bagi pengunjung yang ingin menikmati pantai atau mandi di Selat Bali.

Cerita Rakyat di Balik Batu Raksasa

Masyarakat setempat memiliki kisah menarik tentang batu besar dan makam kuno di kawasan ini.

Legenda menyebutkan bahwa saat wilayah Blambangan (kini Banyuwangi) diserang oleh Majapahit, seorang perwira Blambangan melarikan diri ke utara sambil membawa jadah (dodol) sebagai bekal.

Saat beristirahat di pantai, ia secara tidak sengaja meninggalkan dodolnya. Konon, dodol tersebut berubah menjadi batu besar yang kini dikenal sebagai Watu Dodol.

Saat zaman penjajahan Jepang, batu ini sempat ingin dihancurkan untuk pelebaran jalan, namun tetap tidak berhasil, rantai kapal yang digunakan bahkan putus.

Batu tersebut hingga kini tetap berdiri tegak dan menjadi simbol serta daya tarik utama di kawasan wisata ini.-***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *