Lifestyle

Menyelamatkan Makam Pangeran Kramojayo sebagai Cagar Budaya

×

Menyelamatkan Makam Pangeran Kramojayo sebagai Cagar Budaya

Sebarkan artikel ini
pengrusakan makam
Pengrusakan kompleks pemakaman Pangeran Kramojayo, menjadi salah satu fokus utama dalam Diskusi Kelompok Terpumpun di Gedung Kesenian Palembang pada Minggu, 23 Februari 2024. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Diskusi mengenai pengrusakan kompleks pemakaman Pangeran Kramojayo, penguasa terakhir Kesultanan Palembang Darussalam, menjadi salah satu fokus utama dalam Diskusi Kelompok Terpumpun yang diadakan di Gedung Kesenian Palembang pada Minggu, 23 Februari 2024.

Makam tersebut telah ditetapkan secara resmi sebagai cagar budaya berdasarkan Keputusan Wali Kota Palembang Nomor 484/KPTS/DISBUD/2024.

Diskusi Terpumpun ini dihadiri oleh Aliansi Masyarakat Peduli Cagar Budaya (AMPCB), Zuriat Pangeran Kramojayo, sejarawan, dan seniman. Inisiator diskusi, Vebri Al-Lintani, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga dan melestarikan Makam Pangeran Kramojayo.

“Kegiatan ini sangat penting untuk menambah wawasan kita terkait cagar budaya Makam Pangeran Kramojayo. Kami berharap seluruh lapisan masyarakat lebih peduli dalam menjaga dan melestarikan cagar budaya di Palembang agar tidak dirusak,” ujar Vebri.

Salah satu peserta diskusi, Ali Goik, menilai bahwa pengrusakan cagar budaya merupakan tindakan yang tidak terpuji. Ia menegaskan bahwa nilai budaya harus dijaga demi kepentingan generasi mendatang.

“Tidak ada alasan untuk merusak cagar budaya. Sebaliknya, cagar budaya harus dijaga dan dilestarikan. Budaya merupakan bagian penting dalam kehidupan berbangsa. Maka wajar jika ada yang merusak cagar budaya, mereka harus dituntut secara pidana,” tegasnya.

R Iskandar Sulaiman, Ketua Zuriat Pangeran Kramojayo, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Palembang dalam menetapkan kompleks pemakaman Pangeran Kramojayo sebagai Cagar Budaya Kota Palembang.

Keputusan ini dianggap sebagai langkah signifikan dalam melestarikan sejarah dan warisan budaya yang memiliki nilai penting bagi masyarakat.

Dari hasil diskusi, terdapat beberapa rekomendasi utama yang disepakati:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *