KITAINDONESIASATU.COM – Sungai Alas merupakan sungai terpanjang di Provinsi Aceh yang mengalir dari wilayah tengah hingga bermuara di Samudra Hindia.
Sungai ini melewati tiga kabupaten: Aceh Tenggara, Gayo Lues, dan Aceh Selatan.
Selain menjadi sumber kehidupan masyarakat sekitar, Sungai Alas juga menjadi daya tarik wisata alam yang memikat, terutama karena alirannya yang melintasi kawasan Taman Nasional Gunung Leuser.
Nama “Alas” diambil dari suku Alas, suku asli yang mendiami Aceh Tenggara. Warga lokal juga menyebutnya sebagai Sungai Lawe Alas.
Sungai ini terletak sekitar 165 km tenggara Takengon dan dikenal luas di kalangan pencinta alam dan petualang.
Arus deras serta kelokan tajam sungai menjadikannya tempat favorit untuk arung jeram, baik oleh wisatawan lokal maupun mancanegara yang mencari tantangan adrenalin.
Untuk mencapai lokasi, terdapat dua jalur darat utama.
Pertama, dari Medan melalui Berastagi selama sekitar 7 jam, meskipun jalurnya cukup menantang dan lebih cocok dilalui kendaraan SUV.
Alternatif lainnya adalah melalui Banda Aceh–Beureun–Takengon dengan waktu tempuh sekitar 14 jam.
Ada pula opsi menggunakan pesawat kecil menuju Bandara Alas Leuser yang kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat singkat.
Bagi yang ingin bermalam, tersedia tenda-tenda di tepi sungai yang cocok untuk camping.
Alternatif lainnya, pengunjung bisa menginap di pondok kayu di pinggir hutan sekitar 15 km dari Blankenjeren, Gayo Lues.
Setiap pondok dapat menampung dua orang dan dilengkapi balkon. Tarifnya sekitar Rp70.000 per malam, dengan tambahan makan malam Rp30.000 dan sarapan Rp15.000 per orang.-***





