Lifestyle

Menjemput Cahaya Lailatul Qadar: Malam yang Lebih Baik dari Seribu Bulan

×

Menjemput Cahaya Lailatul Qadar: Malam yang Lebih Baik dari Seribu Bulan

Sebarkan artikel ini
malam lailatul qadar
Ilustrasi malam lailatul qadar. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Tak terasa umat Islam sudah melaksanakan ibadah puasa di 10 hari pertama di bulan Ramadan. Dibulan penuh berkah ini ternyata puasa bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga. Di dalamnya terdapat satu permata tersembunyi yang menjadi dambaan setiap Muslim di seluruh dunia: Lailatul Qadar.

Malam ini merupakan momen spiritual paling sakral yang terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan suci. Secara etimologi, Lailah berarti malam, dan Al-Qadar dapat diartikan sebagai kemuliaan atau penetapan.

Apa Itu Malam Lailatul Qadar?

Ulama dari Senen, Jakarta Pusat, Ustadz H. Dedy mengatakan dalam salat satu ceramahnya Lailatul Qadar adalah malam di mana Al-Qur’an pertama kali diturunkan dari Lauh Mahfuz ke Baitul Izzah (langit dunia) sebelum disampaikan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW. Allah SWT mengabadikan kemuliaan malam ini dalam satu surat khusus, yaitu Surah Al-Qadr.

Di malam ini, para malaikat, termasuk Malaikat Jibril, turun ke bumi dengan membawa rahmat dan keberkahan atas izin Allah. Suasana bumi pada malam tersebut digambarkan sangat damai dan tenang hingga terbitnya fajar.

Lailatul Qadar juga disebut sebagai “Malam Penetapan”, di mana takdir manusia untuk satu tahun ke depan, termasuk rezeki, ajal, dan keberuntungan, dituliskan kembali oleh para malaikat.

Keistimewaan Lailatul Qadar

Mengapa malam ini begitu istimewa? Jawabannya terletak pada kalkulasi matematis spiritual yang luar biasa:

  1. Lebih Baik dari Seribu Bulan: Allah SWT berfirman bahwa beribadah pada malam ini nilainya lebih baik daripada beribadah selama seribu bulan (sekitar 83 tahun 4 bulan). Artinya, satu sujud di malam Lailatul Qadar setara dengan sujud selama seumur hidup manusia pada umumnya.
  2. Pengampunan Dosa yang Sempurna: Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari).
  3. Turunnya Para Malaikat: Saking banyaknya malaikat yang turun ke bumi, beberapa riwayat menyebutkan bahwa bumi menjadi “sesak” oleh kehadiran mereka. Kehadiran makhluk cahaya ini membawa ketenangan (salam) bagi siapa saja yang sedang bermunajat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *