KITAINDONESIASATU.COM – Tak banyak yang tahu, bahwa Muharram bukan sekadar bulan pertama dalam kalender Hijriah. Ia adalah bulan yang dimuliakan langsung oleh Allah, penuh peristiwa besar, dan menyimpan berjuta keutamaan spiritual yang sayang jika dilewatkan begitu saja.
Di antara 12 bulan yang Allah ciptakan, hanya empat bulan yang disebut suci, dan Muharram salah satunya. Maka tak heran jika Rasulullah SAW menyebutnya sebagai “Syahrullah” (bulan Allah), satu-satunya bulan yang disandarkan langsung pada asma-Nya.
Muharram adalah bulan penuh sejarah perjuangan dan keselamatan para nabi. Di bulan ini Nabi Adam AS diampuni kesalahannya, Nabi Nuh AS selamat dari banjir besar, Nabi Ibrahim AS bebas dari api membara, Nabi Musa AS diselamatkan dari Fir’aun, Bahkan Nabi Isa AS diangkat ke langit.
Tak berlebihan bila Muharram disebut sebagai bulan para nabi, karena di dalamnya tersimpan jejak suci penuh makna.
Allah SWT mengingatkan dalam Surah At-Taubah ayat 36 bahwa bulan-bulan haram adalah waktu yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh. Di bulan-bulan ini, termasuk Muharram, dosa-dosa dilipatgandakan dan amal kebaikan dihitung berlipat-lipat.
Muharram juga jadi pengingat akan hijrah agung Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Ini bukan hanya sejarah fisik, tapi simbol perubahan besar dari kegelapan menuju cahaya, dari jahiliyah menuju iman.
Menurut tafsir Ibnu Katsir, amalan baik yang dilakukan di bulan Muharram pahalanya berlipat ganda, namun demikian pula dengan dosa jika seseorang bermaksiat.
ثُمَّ اخْتَصَّ مِنْ ذَلِكَ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ فَجَعَلَهُنَّ حَرَامًا، وعَظم حُرُماتهن، وَجَعَلَ الذَّنْبَ فِيهِنَّ أَعْظَمَ، وَالْعَمَلَ الصَّالِحَ وَالْأَجْرَ أَعْظَمَ.
Artinya: “Allah SWT mengkhususkan empat bulan haram dari 12 bulan yang ada, bahkan menjadikannya mulia dan istimewa, juga melipatgandakan perbuatan dosa di samping melipatgandakan perbuatan baik.”
Puncak keutamaan Muharram adalah Hari Asyura, tanggal 10 Muharram. Di hari itu, Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk berpuasa, karena fadhilahnya luar biasa:
“Puasa Asyura menghapus dosa-dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)
Rasulullah SAW pernah bersabda,“Puasa paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, Muharram.”
(HR. Muslim)
Menariknya, Hari Asyura juga dijalani kaum Yahudi. Mereka juga berpuasa sebagai bentuk syukur atas keselamatan Nabi Musa AS. Ini menunjukkan bahwa Muharram punya magnet spiritual lintas sejarah dan lintas kepercayaan.
Mari manfaatkan bulan mulia ini untuk memulai perubahan kecil, memperbanyak amal saleh, dan memperbaiki diri. Karena bisa jadi, Muharram tahun ini adalah hadiah waktu terakhir yang Allah beri untuk kita bermuhasabah. (*)




