KITAINDONESIASATU.COM – Setelah berolahraga, biasanya tubuh akan merasa lelah dan berkeringat.
Namun, beberapa orang justru mengalami sensasi gatal, terutama di bagian tangan, kaki, perut, leher, serta area lipatan seperti ketiak dan siku bagian dalam.
Gatal ini dapat muncul baik setelah olahraga ringan, seperti jalan cepat dan bersepeda, maupun olahraga intens seperti lari atau angkat beban.
Berikut beberapa kemungkinan penyebabnya:
Pelebaran Pembuluh Darah
Saat berolahraga, tubuh melepaskan histamin untuk memperlebar pembuluh darah agar aliran oksigen ke otot lebih lancar. Namun, pelebaran ini juga bisa merangsang saraf di sekitar kulit, menyebabkan rasa gatal.
Reaksi Alergi
Histamin tidak hanya berfungsi melancarkan peredaran darah, tetapi juga bisa memicu reaksi alergi jika tubuh terpapar zat pemicu alergi (alergen) selama berolahraga. Akibatnya, timbul rasa gatal sebagai respons alergi.
Cholinergic Urticaria
Kondisi ini terjadi akibat peningkatan suhu tubuh dan produksi keringat saat berolahraga. Tubuh melepaskan asetilkolin, zat yang dapat mengiritasi kulit, menyebabkan gatal hingga muncul bentol.
Dermatitis Kontak
Pakaian olahraga yang terbuat dari bahan tertentu, seperti lateks atau spandeks, bisa memicu iritasi pada kulit. Selain itu, produk seperti losion, deodoran, atau kaus kaki yang tidak sesuai juga dapat menyebabkan gatal dan ruam yang dikenal sebagai dermatitis kontak.
Exercise-Induced Urticaria
Meskipun jarang terjadi, biduran akibat olahraga bisa muncul karena perubahan suhu tubuh yang mendadak. Faktor seperti berolahraga di bawah sinar matahari langsung, suhu panas, atau lingkungan yang terlalu dingin diduga menjadi pemicunya.
Cara Mengatasi Gatal Setelah Berolahraga
Meskipun tidak berbahaya, rasa gatal setelah olahraga bisa mengganggu.
Berikut beberapa cara untuk meredakannya:
Gunakan pakaian olahraga berbahan ringan dan longgar, seperti katun, agar kulit tetap sejuk.
Segera mandi setelah olahraga untuk menghilangkan keringat dan kotoran yang bisa memicu iritasi.
Dinginkan tubuh dengan berteduh, menggunakan kipas angin, atau menyalakan AC.
Kompres area yang gatal dengan es atau mandi air dingin.
Daripada menggaruk, coba tepuk atau pijat bagian yang gatal dengan lembut.
Menggaruk kulit yang gatal justru bisa memperparah iritasi dan meningkatkan risiko infeksi.
Jika gatal tidak kunjung reda meskipun sudah mencoba langkah-langkah di atas, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.-***




