Lifestyle

Keutamaan Mengucapkan Salam dan Menjawabnya

×

Keutamaan Mengucapkan Salam dan Menjawabnya

Sebarkan artikel ini
salam
Ilustrasi. (Pixabay)

KITAINDONESIASATU.COM – Di zaman sekarang ini etika mengucapkan salam dan menjawab salam sudah memudar seiring kemajuan zaman. Dalam Islam, mengucapkan salam tidak sekadar mengucapkan salam atau penghormatan saja, namun berisi pengharapan dan doa yang baik.

Malu dan takut dianggap religius adalah salah besar. Ketimbang misalkan mengucapkan ‘selamat pagi, selamat siang’, itu hanya sebagai bentuk etika perhomatan semata terhadap manusia, akan tetapi tidak berisi doa. Alangkah lebih bagusnya, mengucapkan salam umum dibarengi dengan salam secara Islami.

Ucapan salam berbunyi:

Teks Arab: ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Teks Latin: Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Artinya: “Semoga keselamatan, keberkahan, dan rahmat Allah menyertai kamu sekalian.”

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda:

لاَ تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا، وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا، أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوْهُ تَحَابَبْتُمْ؟ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ

Artinya: “Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan tidak akan sempurna iman kalian hingga kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kalian pada sesuatu yang jika kalian lakukan kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim no. 54)

Al-Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan, dalam hadits ini terdapat anjuran kuat untuk menyebarkan salam dan menyampaikannya kepada seluruh kaum muslimin, baik yang engkau kenal maupun yang tidak engkau kenal. (Syarh Shahih Muslim, 2/35).

Dijelaskan Al-Imam An-Nawawi, ucapan salam juga merupakan pintu pertama kerukunan dan kunci pembuka yang membawa rasa cinta. Dengan menyebarkan salam, semakin kokoh kedekatan antara kaum muslimin, serta menampakkan syi’ar mereka yang berbeda dengan para pemeluk agama lain.

Di samping itu, di dalamnya juga terdapat latihan bagi jiwa seseorang untuk senantiasa berendah diri dan mengagungkan kehormatan kaum muslimin yang lainnya.

Dalam kitab Washiatul Mustofa yang merupakan karya Syeikh Abdul Wahab Asy Sya’roni, disebutkan bahwa Rasulullah berpesan kepada mantunya Ali bin Abi Thalib untuk memberi salam dan mengucapkan salam:

“Wahai Ali, mulailah terlebih dahulu orang yang kamu jumpai dari kaum muslimin dengan mengucap salam, niscaya Allah SWT tuliskan bagiu 20 kebaikan. Dan, Jawablah salam, maka Allah SWT tuliskan bagi orang yang menjawab salam 40 kebaikan”.

Sungguh luar biasa bukan mengucap salam dan menjawab salam secara Islami. Mulai sekarang ucapkan salam, agar hidup semakin berkah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *