Temuan tersebut juga konsisten dengan penelitian sebelumnya yang sudah menghubungkan konsumsi jus jeruk harian dengan turunnya tekanan darah.
Peran Flavonoid Hesperidin
Para ilmuwan menduga bahwa senyawa hesperidin—flavonoid alami dalam jeruk—memiliki kontribusi besar berkat sifat antioksidan dan anti-inflamasinya. Senyawa ini juga dianggap berperan dalam menjaga kadar kolesterol serta mengatur gula darah.
Namun efeknya bisa berbeda pada setiap orang. Individu dengan berat badan berlebih mengalami perubahan gen yang lebih besar pada jalur metabolisme lemak, sementara orang dengan berat badan normal menunjukkan efek yang lebih kuat pada penanda peradangan.
Tinjauan terhadap 639 peserta dari 15 penelitian memperkuat hasil tersebut: konsumsi rutin jus jeruk menurunkan resistensi insulin dan kadar kolesterol total—dua faktor penting dalam diabetes dan penyakit jantung.
Analisis lain juga menunjukkan sedikit penurunan tekanan darah sistolik serta peningkatan kadar kolesterol baik (HDL) pada orang dengan berat badan berlebih setelah beberapa minggu minum jus jeruk. Meski perubahannya kecil, efek jangka panjangnya bisa cukup signifikan.





