Testosteron sendiri disintesis dari kolesterol, sehingga diet rendah lemak dapat menghambat proses tersebut.
Energi yang terlalu rendah juga meningkatkan kortisol, yang menciptakan kondisi tidak ideal bagi produksi testosteron.
Itulah sebabnya pria yang menjalani diet ekstrem, sering melewatkan makan, atau terlalu agresif menurunkan lemak sering mengalami testosteron rendah, menurut Verywellfit.***


