Latihan kekuatan—seperti squat—lebih efektif menstimulasi hormon ini dibandingkan latihan ketahanan jangka panjang.
Para ahli menyarankan program latihan yang seimbang antara beban dan kardio.
Jika tujuan utama adalah peningkatan testosteron, sebaiknya kurangi durasi kardio yang terlalu panjang atau terlalu sering.
Kurang nutrisi
Kesalahan terakhir adalah kurang nutrisi. Pasokan energi dan kandungan gizi harian punya peran besar terhadap hormon testosteron.
Latihan intens tetapi konsumsi makanan minim, terutama jika kurang lemak sehat atau menjalani diet ketat, dapat menyebabkan penurunan hormon.


