Menurut Verywellfit, tubuh yang dipaksa bekerja terlalu keras tanpa istirahat akan meningkatkan hormon stres kortisol dan mengaktifkan sistem saraf simpatik secara berlebihan.
Situasi ini menghambat sinyal dari hipotalamus menuju kelenjar pituitari, sehingga pelepasan hormon LH dan FSH menurun.
Dua hormon ini berperan penting dalam memicu testis untuk menghasilkan testosteron.
Akibatnya, pria bisa mengalami kelelahan, penurunan massa otot, lambat pulih, hingga menurunnya libido.
Melakukan kardio terlalu banyak
Kesalahan kedua adalah terlalu banyak melakukan kardio. Aktivitas seperti lari, bersepeda, atau lompat tali memang baik untuk kesehatan jantung, namun jika porsinya berlebihan dan tidak diimbangi latihan beban, dampaknya bisa negatif bagi testosteron.


