Mereka menganalisis data harapan hidup 528 spesies mamalia dan 648 spesies burung, baik yang hidup di alam liar maupun di kebun binatang.
Hasilnya menunjukkan bahwa fenomena wanita hidup lebih lama dari pria juga terjadi di dunia hewan.
Dari 528 spesies mamalia, 72% menunjukkan bahwa jantan mati lebih cepat daripada betina. Hanya 5% spesies yang menunjukkan sebaliknya, sementara sisanya tidak memiliki perbedaan signifikan.
Bahkan spesies seperti simpanse dan gorila memperlihatkan kesenjangan usia yang mirip manusia, memperkuat teori bahwa perbedaan umur panjang ini adalah aturan biologis, bukan pengecualian, menurut peneliti menemukan rahasia umur panjang tersebut.
Ukuran Tubuh dan Perilaku Jadi Kunci Umur Panjang
Menurut para ilmuwan, ukuran tubuh jantan yang lebih besar menjadi salah satu penyebab utama kematian lebih dini. Pada spesies di mana pejantan jauh lebih besar dari betina, perbedaan usia semakin lebar. Energi besar yang dibutuhkan untuk mempertahankan ukuran tubuh dan dominasi dalam kelompok membuat jantan lebih rentan terhadap stres dan penyakit.
Selain itu, perilaku juga berperan penting. Dalam banyak kasus, betina atau wanita lebih berhati-hati, terutama karena tanggung jawab terhadap anak-anak.





