Probiotik harus tahan terhadap kondisi asam lambung, dan kandungan susu dalam yogurt terbukti membantu melindungi bakteri tersebut.
Karena itu, mau dimakan saat sarapan, sebagai camilan, atau setelah makan malam, manfaat probiotiknya tetap terjaga. Waktu konsumsi tidak sepenting faktor-faktor lain seperti jenis bakteri dan kualitas produk yogurt itu sendiri.
Pastikan Ada Bakteri Hidup dan Aktif
Menurut ahli gizi Katie Schimmelpfenning, yogurt dengan bakteri hidup dan aktif akan memberi manfaat lebih besar untuk mikrobioma usus.
Proses fermentasi yogurt melibatkan berbagai strain bakteri seperti lactobacillus, streptococcus, lactococcus, hingga leuconostoc.
Beberapa produsen bahkan menambahkan probiotik tambahan seperti Bifidobacterium atau Lactobacillus agar jumlah bakteri baik semakin tinggi.
Jumlah bakteri berbeda pada setiap merek. Untuk memastikan manfaatnya, pilih yogurt dengan segel sertifikasi “bakteri hidup dan aktif”, yang berarti mengandung minimal 100 juta bakteri per gram saat diproduksi.

