KITAINDONESIASATU.COM – Sebuah penemuan dari University of Missouri mengungkapkan bahwa diet keto, yang terkenal dengan pola tinggi lemak dan rendah karbohidrat, ternyata memiliki dampak ajaib bagi otak.
Sebagaimana dilaporkan Aawsat, diet itu bukan hanya sekadar tren penurunan berat badan, tetapi juga berpotensi menjadi tameng untuk mempertahankan ketajaman kognitif dan menunda gejala penyakit Alzheimer, terutama bagi individu yang secara genetik rentan.
Rahasia di balik manfaat ini terletak pada proses yang disebut ketosis.
Dengan drastis mengurangi asupan karbohidrat dan meningkatkan konsumsi lemak sehat, tubuh akan beralih dari menggunakan glukosa ke keton (hasil pembakaran lemak) sebagai sumber bahan bakar utama.
Pergeseran metabolisme inilah yang diduga mampu meningkatkan fungsi dan energi otak.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neurochemistry ini fokus pada pemilik gen APOE4, yang merupakan faktor risiko genetik terkuat untuk Alzheimer.
Para peneliti menemukan bahwa pada tikus betina yang membawa gen ini, diet keto berhasil meningkatkan kesehatan usus dan energi otak secara signifikan dibandingkan dengan kelompok yang mengonsumsi karbohidrat tinggi.





