Selain itu, minyak zaitun kaya polifenol dan vitamin E—dua komponen penting yang membantu menurunkan stres oksidatif, menjaga sel dari kerusakan, sekaligus menurunkan risiko berbagai penyakit kronis.
Ada juga senyawa oleocanthal dalam minyak zaitun yang terbukti dapat membantu meredakan peradangan alami, mirip dengan mekanisme kerja beberapa obat pereda nyeri. Dengan mengonsumsinya secara rutin, kadar peradangan tubuh tetap rendah sehingga risiko penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, radang sendi, hingga gangguan neurodegeneratif bisa ditekan.
Minyak zaitun juga berperan dalam menjaga kesehatan otak dengan mendukung memori serta menurunkan risiko penurunan fungsi kognitif. Dalam satu sendok makan (15 ml), minyak ini mengandung sekitar 120 kilokalori dan 14 gram lemak—termasuk 10 gram lemak tak jenuh tunggal dan 1,5 gram lemak tak jenuh ganda.
Tidak ada kandungan karbohidrat, protein, atau natrium, namun minyak zaitun mampu memenuhi 13% kebutuhan harian vitamin E dan 7% vitamin K.
Manfaat utamanya berasal dari struktur lemak sehat, polifenol, dan senyawa antiinflamasi di dalamnya.
Cara memakai minyak zaitun yang benar





