“Kondisi tidak aktif dapat mempercepat penurunan fungsi sel dan meningkatkan peradangan,” ujarnya, menyoroti efek jangka panjang dari kebiasaan merusak mata.
Ia menyarankan untuk mulai berolahraga ringan minimal 20 menit per hari. Aktivitas seperti jalan cepat dapat membantu meningkatkan aliran darah, termasuk ke mata.
Selain itu, dalam konteks kesehatan mata, gaya hidup tidak aktif juga berkaitan dengan peradangan kronis tingkat rendah yang berisiko memicu berbagai penyakit.
Pendapat serupa disampaikan Dr Nyoma Obaragi. Ia menyebut kurang gerak dapat mempercepat penuaan mata dan meningkatkan risiko penyakit seperti katarak hingga degenerasi retina.
Menurutnya, penyebab penglihatan menurun karena gaya hidup juga berkaitan dengan penggunaan perangkat digital berlebihan. Hal ini membuat seseorang jarang beraktivitas di luar ruangan.
Kurangnya paparan cahaya alami menjadi salah satu kebiasaan merusak mata yang berdampak pada perkembangan penglihatan, terutama pada anak dan remaja.
Dalam menjaga kesehatan mata, aktivitas luar ruangan seperti berjalan di bawah sinar matahari alami dapat membantu mata beradaptasi dengan jarak pandang jauh.
Selain itu, gaya hidup aktif juga membantu menjaga keseimbangan gula darah. Jika tidak terkontrol, kondisi ini dapat memicu gangguan serius seperti retinopati diabetik.


