Artinya, tidak ada kelompok usia yang benar-benar aman jika gaya hidup tidak dijaga.
Di antara keempat faktor risiko itu, tekanan darah tinggi menjadi penyebab paling umum. Di Amerika Serikat dan Korea Selatan, lebih dari 93% pasien serangan jantung, stroke, atau gagal jantung diketahui memiliki riwayat hipertensi sebelum mengalami kondisi tersebut. Pengendalian tekanan darah pun dinilai sebagai langkah paling krusial untuk mencegah penyakit jantung dan pembuluh darah di masa depan.
Ahli jantung Philip Greenland dari Northwestern University menegaskan pentingnya mengelola faktor risiko tersebut sedini mungkin.
“Penelitian ini menunjukkan dengan sangat jelas bahwa paparan terhadap satu atau lebih faktor risiko sebelum kejadian kardiovaskular sangat menentukan. Fokus utama kita harus pada pengendalian faktor-faktor ini daripada mencari penyebab lain yang sulit diatasi,” ujarnya.
Temuan ini sekaligus menepis klaim bahwa semakin banyak kasus stroke dan serangan jantung terjadi tanpa adanya faktor risiko yang jelas.
Para ilmuwan berpendapat bahwa penelitian sebelumnya mungkin tidak mendeteksi kadar tekanan darah, kolesterol, atau gula darah yang sudah berisiko tetapi belum mencapai batas diagnosis klinis.


