Secara patogenetik, koreksi stres oksidatif pada penderita prostatitis kronis sangat dibenarkan.
Jahe dalam Terapi Kombinasi Prostatitis
Dalam perkembangan terkini, pendekatan terapi untuk prostatitis kronis tidak lagi hanya mengandalkan antibiotik atau obat antiinflamasi konvensional.
Penggunaan kompleks bioaktif yang mengandung flavonoid dan karotenoid (seperti quercetin, likopen, dan naringin) mulai dipertimbangkan karena efek sinergisnya .
Meskipun studi tersebut tidak secara spesifik menyebut jahe, prinsip yang sama berlaku. Jahe mengandung berbagai fitokomponen yang bekerja secara sinergis, bukan hanya satu senyawa tunggal.
Pendekatan holistik inilah yang diyakini para ilmuwan sebagai kunci efektivitas jahe, sebagaimana ditegaskan oleh Profesor Biologi Ritu Aneja dari Georgia State University .
Bukti Klinis: Jahe Menghambat Proliferasi Sel Kanker Prostat
Bukti paling kuat tentang manfaat jahe untuk prostat datang dari penelitian in vitro dan in vivo yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition pada tahun 2012. Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Georgia State University ini menunjukkan bahwa:
Ekstrak jahe utuh (bukan senyawa tunggal) memberikan efek penghambatan pertumbuhan dan induksi kematian yang signifikan pada sel kanker prostat.

