KesehatanLifestyle

Studi Baru Ungkap Bahaya Pengawet Makanan, Risiko Penyakit Jantung Disebut Meningkat

×

Studi Baru Ungkap Bahaya Pengawet Makanan, Risiko Penyakit Jantung Disebut Meningkat

Sebarkan artikel ini
makanan ultra-olahan
Ilustrasi makanan ultra-olahan dengan bahan pengawet (Freepik)

Kandungan Pengawet yang Jadi Sorotan

Dalam studi tersebut, para peneliti mengidentifikasi sedikitnya delapan jenis pengawet makanan meningkatkan risiko penyakit jantung yang sering ditemukan dalam produk sehari-hari.

Beberapa di antaranya adalah natrium nitrat, asam sitrat, dan kalium sorbat yang banyak digunakan pada makanan kemasan, daging olahan, hingga produk siap saji.

Selain itu, asam askorbat yang juga dipakai sebagai pengawet makanan disebut memiliki kaitan dengan peningkatan kasus penyakit jantung dalam hasil penelitian tersebut.

Makanan Ultra-Olahan Kembali Jadi Perhatian

Temuan ini kembali memperkuat kekhawatiran para ahli terhadap konsumsi makanan ultra-olahan secara berlebihan. Produk jenis ini umumnya mengandung tambahan bahan kimia seperti pengawet, pewarna, pemanis, dan perasa buatan untuk memperpanjang masa simpan makanan.

Para peneliti menyarankan masyarakat mulai membatasi konsumsi makanan kemasan dan lebih memilih makanan segar untuk membantu menjaga kesehatan jantung.

Anggota tim penelitian juga menegaskan bahwa hasil studi ini mendukung rekomendasi kesehatan global agar masyarakat mengurangi asupan pengawet makanan dalam pola makan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *