Menariknya, hubungan serupa tidak ditemukan pada konsumsi daging secara keseluruhan, daging olahan, maupun unggas.
Penelitian ini melibatkan sekitar 215 ribu pria berusia 40–69 tahun yang tidak memiliki riwayat kanker pada awal penelitian.
Para peserta melaporkan kebiasaan konsumsi daging merah, daging olahan, dan unggas melalui kuesioner daring, kemudian dipantau selama rata-rata 5,6 tahun.
Selama masa pemantauan, tercatat 4.562 pria didiagnosis menderita kanker prostat.
Hasil analisis menunjukkan bahwa pria yang mengonsumsi daging merah tiga kali atau lebih dalam sepekan memiliki risiko 23 persen lebih tinggi terkena kanker prostat dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya, yakni kurang dari satu kali per minggu.
Sebaliknya, peneliti tidak menemukan hubungan bermakna antara risiko kanker prostat dengan total konsumsi daging, daging olahan, maupun unggas.




