KesehatanLifestyle

Selama Ini Dihindari, Keju Lemak Utuh Justru Dikaitkan Turunkan Risiko Demensia?

×

Selama Ini Dihindari, Keju Lemak Utuh Justru Dikaitkan Turunkan Risiko Demensia?

Sebarkan artikel ini
Keju
Keju dan demensia (Freepik/jcomp)

Setelah memperhitungkan faktor usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan kualitas diet secara keseluruhan, konsumsi keju lemak utuh yang lebih tinggi dikaitkan dengan penurunan risiko demensia sebesar 13 persen dan penurunan risiko demensia vaskular hingga 29 persen.

Efek Berbeda pada Risiko Alzheimer
Penurunan risiko Alzheimer juga terlihat pada konsumen keju berlemak, tetapi hanya pada individu yang tidak membawa varian gen APOE e4, yang selama ini dikenal meningkatkan kerentanan terhadap penyakit tersebut.

Tak hanya keju, konsumsi krim utuh minimal 20 gram per hari—setara sekitar satu setengah sendok makan krim kocok—juga dikaitkan dengan risiko demensia 16 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya.

Tidak Semua Produk Susu Memberi Efek Sama
Sebaliknya, penelitian ini tidak menemukan hubungan serupa pada keju rendah lemak, susu, mentega, maupun produk susu fermentasi seperti yogurt dan kefir, baik versi penuh lemak maupun rendah lemak.

Peneliti utama Emily Sunnystedt dari Universitas Lund menilai temuan ini menunjukkan bahwa dampak produk susu terhadap kesehatan tidak bisa disamaratakan, dan fokus lama pada pengurangan lemak mungkin perlu ditinjau ulang, khususnya terkait kesehatan otak.

Catatan Penting dari Peneliti
Para peneliti menegaskan bahwa studi ini bersifat observasional. Artinya, hasilnya tidak membuktikan bahwa makan keju atau krim secara langsung mencegah demensia. Selain itu, seluruh peserta berasal dari Swedia, di mana keju umumnya dikonsumsi tanpa dimasak, berbeda dengan kebiasaan di negara lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *