Begitu pula dengan perawatan rambut agresif, termasuk pelurusan kimia, pengeritingan, dan pemutihan, yang berisiko merusak batang rambut.
Perubahan hormon menjadi penyebab lain yang kerap dialami perempuan, terutama selama kehamilan, setelah melahirkan, atau memasuki masa menopause.
Di sisi lain, tindakan medis tertentu, seperti kemoterapi dan konsumsi obat-obatan tertentu, juga diketahui dapat memicu kerontokan rambut sementara maupun permanen.
Untuk mengatasi kondisi ini, para ahli menyarankan beberapa langkah medis dan gaya hidup. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan asupan kalori, protein, dan zat besi yang cukup sangat penting untuk mendukung pertumbuhan rambut.
Selain itu, mengelola stres menjadi faktor kunci, karena tekanan psikologis dapat memperparah kerontokan rambut.
Jika memiliki gangguan kesehatan seperti penyakit tiroid, penanganan medis yang tepat juga diperlukan agar rambut dapat tumbuh kembali secara optimal.





